
seuntai kata tentang pesantren yang membrikan cahaya ilmu keislaman
Oh pondokku
Tempat naung kita
Dari kecil
Sehingga dewasa
Rasa batin damai dan sentosa
Dilindungi Allah Ta’ala
Oh pondokku engkau berjasa
Pada ibuku Indonesia
Reff:
Tiap pagi dan petang
kita beramai sembahyang
mengabdi pada Allah ta’ala
Di dalam kalbu kita
Wahai pondok tempatku
Laksana ibu kandungku
Yang kasih serta sayang padaku
Oh pondokku………….
i……..bu……ku………
demikianlah bunyi liriknya, sudah tentu pembaca yang alumni pesantren sudah familiar dengan lagu ini.Darul Arafah adalah pesantren yang di dirikan atas dasar ketulusan dan kemurnian cita-cita islam untuk menghasilkan para kader pemimpin bangsa dan agama yang berkualitas dalam menghadapi era gobalisasi yang penuh dengan tantangan dan hal-hal baru yang kita jumpai saat ini, ajaran islam akan tetap update hingga akhir zaman, namun sebuah tantangan bagi umat islam adalah bagaimana kita menciptakan dan menjadi muslim yang mampu menetralisir tantangan dan hal yang baru menjadi warna dan tanpa merubah syariat islam yang sudah di wasiatkan kepada umat.
Pendiri Pondok Pesantren Darul arafah adalah Bapak H. Amrullah Naga Lubis, yang pada saat itu sering mengunjungi anaknya yang sedang belajar di Pondok Modern Gontor, saat itulah muncul ide beliau untuk medirikan pesantren di tanah Sumatra ini, sebelumnya beliau sempat berinteraksi dengan pimpinan Gontor K. H Imam Zarkasyi, dalam dialog singkat tersebut diketahui bahwa santri yang belajar dari Sumatra utara hanya 200 orang saja. Secara factual jumlah ini terlalu kecil bila dibandingkan dengan jumlah siswa didik disumatra utara yang beragama Islam.
Hal inilah yang mengganjal di hati Bapak H. Naga Luabis adalah pernyataan K.H Imam Zarkasyi bahwa dahulu putra jawalah yang datang ke Sumatra untuk belajar, namun sebalikya saat ini putra Sumatra lah yang datang ke Jawa untuk belajar. Timbulah keharuan di hati Bapak H. Amrullah Naga Lubis ketika melihat calon santri yang baru lulus sekolah dasar harus berpisah sedemikian jauh dari orang tua dan keluarga mereka.
Rasa haru semakin bertambah melihat kenyataan bahwa sebagian anak-anak tersebut tidak dapat diterima di Pondok Modern Gontor dan terpaksa pindah kepesantren-pesantren lain yang berada disekitarnya. Semangat ini lah yang memantapkan tekad beliau untuk segera mendirikan lembaga pendidikan islam di Semuatra. Pada sisi lain, beliau menyadari dorongan suara hati yang memberkan inspirasi untuk memilih Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang sebagai pertapakan pesantren yang akan dirintisnya.
Desa Lau Bakeri sangat jauh dari perhitungan yang benar untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan karena tergolong sangat terpencil dan jauh dari jangkauan masyakat kota juga di kelilingi oleh mayoritas masyarakat non-muslim.
Pada awalnya sempat timbul keraguan dalam diri beliau ditambah lagi dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki. Namun dengan keyakinan yang penuh akan adanya pertolongan dari Allah SWT. Maka dengan mengucapkan BISMILLAHIRROHMANIRROHIM pada tanggal 17 agustus 1985 Bapak H. Amrullah Naga Lubis dan keluarga bersama Drs. Ikromi Saputra, alumni alumni Pondok Modern Gontor 1982-1983, meletakan batu pertama pembangunan gedung asrama 17 agustus Pesantren Darul Arafa dengan sangat sederhana.
Dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT. Pada tanggal 8 mei 1986 pertepatan 26 Syakban 1406 H dibukalah pendaftaran santri untuk pertama kali di Pesantren Darul Arafah.
Impian tersebut menjadi kenyataan dengan melihat facta bahwa saat ini Pesantren Darul Arafah menjadi salah satu pesantren terbesar disumatra sehingga tidak perlu lagi bagi pelajar Sumatra berhijrah keJawa untuk belajar agama. Peningkatan yang dicapai oleh Darul Arafah tidak terlepas dari dorongan Pesantren Modern Gontor yang besedia munyuplai alumninya untuk mengajar di Pesantren Darul Arafah, hingga akhirnya seiring dengan waktu berlalu Pesantren Darul Arafah mampu menciptakan alumni yang berkualitas dan mampu memberikan dedikasi tinggi bagi masyakat umum, dan dengan demikian Pesantren Darul Arafah dapat melahirkan pengajar sendiri bahkan juga mampu menyuplai tenaga pengajar untuk di kirim kepesantren lain di tanah sumatra kuhusnya.
Tulisan ini saya kutip dari sebuah buku agenda yang saya dapatkan saat baru lulus dari Pesantren Darul Arafah, ada sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya menjadi alumni Pondok Pesantren, tertanam dihati nilai-nilai keimanan, sehingga menjadi defendable untuk kita dalam menghadapi dunia yang penuh tantangan, saat ini telah banyak alumni Pesantren Darul Arafah yang belajar kenegara-negara lain, kebanyakan para almni melanjutkan belajar ke Mesir juga Madinah Al-munawaroh. Semoga pendidikan Ala Islam ini dapat bertahan sampai akhir zaman. Demikian seuntai kata mengenai Pesantren Darul Arafah,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar